miinmedicalbeauty.com

more stories

Skin Booster di Korea: Kapan perlu dilakukan?

Operasi Kontur Wajah di Korea: Siapa yang membutuhkannya?

Liposuction di Korea: Mengapa Pasien Memilih Korea Dibandingkan Negara Lain?

10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Berangkat ke Korea untuk Operasi Plastik

Hidung Tersumbat Sebelah, Susah Tidur, Sering Pusing? Ini Bisa Jadi Deviasi Septum

Kebanyakan orang sadar mereka menderita septum deviasi ketika melakukan medical check up, atau jika muncul gejala seperti hidung tersumbat, kualitas tidur yang buruk, atau kelelahan kronis sehingga mereka ke dokter untuk memeriksakan kondisinya.

Apa Itu Deviasi Septum?

Septum adalah dinding dalam hidung yang terdiri dari kartilago dan tulang yang membagi rongga hidung menjadi dua bagian. Jika septum tepat berada di tengah, aliran udara akan rata di kedua sisi hidung.

Deviasi septum merupakan kondisi dimana dinding dalam hidung miring ke satu sisi, membuat salah satu rongga hidung menjadi sempit dan bahkan hampir menutup rongga hidung secara total. Deviasi bisa muncul sejak lahir, atau akibat trauma seperti jatuh dan kecelakaan olahraga.

Kebanyakan septum pasien memang tidak tepat berada di tengah, tetapi jika kondisinya hanya miring sedikit tidak akan memicu gejala apapun yang mengganggu. Masalah akan muncul jika septum miring berat sehingga menghambat pertukaran udara dalam hidung.

Pengaruh Apa ke Tubuh Kita?

  • Sumbatan hidung menahun 

Salah satu rongga hidung terasa tersumbat yang bukan disebabkan oleh pilek atau alergi. Obat pereda hidung tersumbat (dekongestan) mungkin akan membantu sementara, tetapi gejala muncul lagi jika berhenti minum obat.

  • Gangguan tidur 

Jika aliran udara masuk ke hidung berkurang, maka akan lebih banyak napas yang masuk lewat mulut, terutama saat tidur. Hal ini yang menyebabkan terjadinya ngorok, mulut kering atau bahkan yang lebih parah adalah terjadinya henti napas sementara saat tidur (obstructive sleep apnea)

  • Infeksi sinus berulang 

Fungsi rongga hidung bukan hanya untuk membawa udara dari luar ke dalam tubuh, tetapi juga melembabpakn dan membersihkan sinus. Deviasi septum akan menyumbat aliran sinus yang normal, sehingga lendir dan kuman akan menumpuk. Hal inilah yang memicu terjadinya infeksi sinus.

  • Sering mimisan

Rongga hidung yang menyempit akan menjadi lebih kering, sehingga sering terjadi mimisan.

  • Nyeri wajah dan kepala

Pada beberapa pasien, sumbatan hidung menyebabkan nyeri di wajah dan rongga sinus di belakang mata.

Semua kondisi yang terjadi akibat deviasi septum ini terjadi secara perlahan dan dalam waktu yang lama, sehingga pasien terbiasa dengan kondisi tersebut dan mengganggapnya normal. 

Kapan Rhinoplasti Fungsional Diperlukan?

Obat-obatan seperti semprot hidung atau antialergi memang membantu menyembuhkan gejala-gejala akibat deviasi septum, tetapi tidak mengatasi masalah struktur hidung yang sebenarnya.

Rhinoplasty fungsional (septoplasty) merupakan satu-satunya operasi untuk mengoreksi septum. Dokter bedah akan memposisikan ulang kartilago dan tulang ke tengah hidung untuk membuka rongga hidung. Operasi ini merupakan pembenahan struktur, bukan untuk tujuan kosmetik. Hasil tampak luar hidung bukanlah tujuan utama operasi, tapi lebih untuk membuka jalan napas yang terhambat.

Metode Operasi Tertutup vs. Terbuka


Rhinoplasty dapat dilakukan dengan 2 metode, yitu:

  1. Metode operasi tertutup (endonasal) 

Seluruh sayatan dibuat di dalam rongga hidung tanpa ada luka yang tampak dari luar. Metode ini bisa dilakukan jika kondisi deviasi hidung tidak terlalu parah, dan pemulihan operasi tergolong cepat.

  1. Metode operasi terbuka

Sayatan kecil dibuat di kolumela (sekat tulang rawan dan kulit yang membatasi rongga hidung kanan dan kiri), sehingga bisa memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kondisi septum. Metode ini cocok dilakukan untuk kasus deviasi septum yang parah. Luka di kolumela hanya berukuran kecil dan akan memudar setelah sembuh.

Pemilihan metode oleh dokter bedah plastik akan disesuaikan dengan keparahan dan lokasi deviasi septum, dan bukan berdasarkan preferensi pasien.

Apa Rhinoplasty Fungsional dan Kosmetik Bisa Dilakukan Secara Bersamaan?

Pasien yang menderita deviasi septum seringkali dibarengi dengan kondisi hidung yang tampak bengkok. Disinilah, rhinoplasty dengan tujuan fungsional dan kosemetik perlu dilakukan secara bersamaan. Dokter akan memperbaiki struktur hidung dari dalam, sekaligus memperbaiki hidung secara kosmetik agar tidak perlu melakukan 2 kali operasi.

Pemulihan Pasca Operasi

Keluhan tentang pernapasan biasanya akan relatif membaik lebih awal, bahkan sebelum semua bengkak berkurang. Sedangkan untuk hasil pemulihan total (fungsional dan kosmetik) akan terlihat dalam 6-12 bulan.

Pasien disarankan untuk menetap selama 7-10 hari di Seoul untuk menjalani tindakan pre operasi, prosedur operasi, monitoring pascaoperasi serta follow up yang diperlukan sebelum pasien pulang.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Rhinoplasty

Pasien yang ingin melakukan rhinoplasty demi kepentingan kosmetik tetap harus memberitahukan dokter jika ada keluhan terkait pernapasan, seperti hidung tersumbat, bau mulut, mengorok, ataupun keluhan sinus berulang. Penting untuk mengetahui seluruh riwayat pasien agar semua masalah bisa teratasi dengan tepat. 


Miin mengoordinasikan konsultasi dengan klinik rumah sakit rekanan di Korea yang telah melalui proses seleksi secara ketat. Jika Anda mempertimbangkan rhinoplasty, baik untuk tujuan estetika, fungsional, maupun keduanya, kami akan mengatur pemeriksaan dan penilaian menyeluruh oleh dokter bedah sebagai bagian dari perjalanan Anda.