Sebagian besar pasien berfokus pada proses operasinya. Padahal, persiapan sebelum operasi merupakan bagian yang sangat penting untuk menjaga keselamatan Anda serta akan berpengaruh langsung terhadap proses penyembuhan setelah operasi.
Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda lakukan—dan yang perlu dihindari—sebelum menjalani operasi.
Masih memiliki pertanyaan? Dapatkan konsultasi pribadi bersama Miin →
Kondisi Kesehatan yang Perlu Diketahui oleh Rumah Sakit
Sampaikan kepada koordinator Miin dan rumah sakit sejak awal, jangan menunggu hingga hari operasi, apabila Anda memiliki salah satu kondisi berikut:
- Penyakit Kronis
Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan tiroid, atau penyakit sistemik lainnya, dokter anestesi mungkin perlu melakukan evaluasi tambahan sebelum operasi. Beri tahu tim Miin saat anda sudah menentukan jadwal operasi, agar persiapan operasi bisa dilakukan lebih awal.
- Alergi Obat
Sampaikan secara rinci obat / hal lain apa saja yang menyebabkan alergi serta reaksi yang Anda alami, misalnya:
- Gatal-gatal
- Jantung berdebar atau detak jantung tidak teratur
- Sesak atau kesulitan bernapas
Informasi ini penting agar tim medis dapat memilih obat anestesi yang aman dan menghindari risiko reaksi alergi selama operasi.
- Riwayat Operasi Sebelumnya
Beri tahu dokter apabila Anda pernah menjalani operasi yang melibatkan:
- Jantung
- Paru-paru
- Hati
- Ginjal
- Otak
Riwayat kemoterapi juga harus diinformasikan karena dapat memengaruhi perencanaan operasi dan anestesi.
- Anemia
Apabila Anda memiliki riwayat atau diagnosis anemia, beri tahu rumah sakit sebelum operasi.
Anemia dapat menjadi lebih berat setelah tindakan bedah. Dengan mengetahui kondisi tersebut sejak awal, tim medis dapat menilai apakah diperlukan penanganan sebelum operasi dilakukan.
- Sakit Menjelang Hari Operasi
Apabila dalam 7 hari sebelum operasi Anda mengalami:
- Demam
- Batuk
- Berdahak
- Flu atau gejala infeksi saluran pernapasan lainnya
Segera informasikan kepada pihak rumah sakit. Dalam beberapa kasus, operasi mungkin perlu dijadwalkan ulang demi keselamatan Anda.
- Menstruasi
Jika jadwal menstruasi bertepatan dengan tanggal operasi, beri tahu rumah sakit sebelumnya.
Menstruasi tidak memengaruhi hasil operasi, tetapi memar dan pembengkakan pada beberapa pasien dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk mereda. Tim medis akan mempertimbangkan hal ini saat merencanakan perawatan pascaoperasi.
Obat-Obatan yang Harus Dihentikan Sebelum OperasiBeberapa obat dan suplemen perlu dihentikan sebelum operasi untuk mengurangi risiko perdarahan dan komplikasi. Ikuti petunjuk dokter mengenai kapan tepatnya Anda harus berhenti mengonsumsinya.
Hentikan minimal 1 minggu sebelum operasi:
- Aspirin dan obat pereda nyeri antiinflamasi (OAINS) seperti ibuprofen
- Obat-obatan hormonal (kecuali dokter bedah menyatakan aman untuk tetap dikonsumsi)
- Obat herbal dan suplemen tradisional
- Suplemen vitamin
Hentikan minimal 2 minggu sebelum operasi:
- Alkohol. Obat anestesi diproses oleh hati, dan konsumsi alkohol dapat mengganggu proses tersebut sehingga meningkatkan risiko komplikasi.
Hentikan minimal 3 minggu sebelum operasi:
- Suntikan penurun berat badan seperti Ozempic atau Saxenda
Penting: Jika Anda mengonsumsi obat untuk penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan tiroid, jangan menghentikannya sendiri tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan rumah sakit. Bawalah seluruh obat yang sedang Anda konsumsi pada hari operasi.
Alkohol dan Merokok
- Smoking: Berhentilah merokok sejak Anda mengonfirmasi jadwal operasi. Merokok memperlambat penyembuhan jaringan, meningkatkan risiko infeksi pada area operasi, serta meningkatkan risiko komplikasi selama anestesi. Tidak ada batas aman untuk tetap merokok sebelum operasi.
- Alcohol: Hentikan konsumsi alkohol minimal 1 minggu sebelum operasi. Hati berperan dalam memproses obat anestesi. Alkohol dapat mengganggu proses tersebut dan meningkatkan risiko komplikasi selama maupun setelah operasi.
- Kafein dan Minuman Berenergi: Hindari kopi, minuman berkafein tinggi, dan minuman energi sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan praoperasi. Kafein dapat memengaruhi detak jantung, padahal kondisi jantung merupakan salah satu aspek yang akan diperiksa sebelum operasi.
Malam Sebelum Operasi
Get a full night of sleep. At least eight hours.
Usahakan tidur yang cukup, idealnya minimal 8 jam.
Mulailah berpuasa sekitar 8–12 jam sebelum jadwal operasi (durasi puasa yang tepat akan dikonfirmasi oleh rumah sakit sebelum operasi).
Setelah masa puasa dimulai, jangan mengonsumsi apa pun, termasuk permen, permen karet, dan air putih. Aturan ini wajib dipatuhi demi keamanan selama proses anestesi.
Pada Hari Operasi
Mandi dan keramas sebelum datang ke rumah sakit.
Apabila Anda menjalani operasi kontur wajah (facial contouring), sikat gigi dengan bersih pada pagi hari sebelum operasi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Jangan menggunakan riasan (makeup)
- Jangan memakai lensa kontak. Gunakan kacamata jika memerlukan koreksi penglihatan
- Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman. Atasan berkancing depan merupakan pilihan terbaik
- Hindari pakaian berkerah sempit, stoking, dan aksesori
- Tinggalkan perhiasan, cincin, dan kalung di hotel
Siapkan perlengkapan untuk menutupi wajah setelah operasi, seperti:
- Masker
- Topi
- Syal
Perlengkapan tersebut akan berguna saat Anda kembali ke hotel.
Khusus pasien rhinoplasty (operasi hidung): jangan membawa atau menggunakan kacamata hitam sebagai penutup wajah setelah operasi, karena tidak diperbolehkan selama masa pemulihan awal (1 bulan awal).
Jangan mengemudi sendiri pada hari operasi. Pastikan Anda didampingi oleh koordinator Miin atau orang yang menemani Anda. Bagi pasien rawat jalan, mengemudi setelah operasi tidak diperbolehkan.
Apabila Anda memiliki alat medis yang ditanam di dalam tubuh, seperti:
- Alat pacu jantung (pacemaker)
- Implan koklea
- Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD)
Beri tahu kembali koordinator dan dokter bedah pada hari operasi, meskipun Anda sudah menyampaikannya sebelumnya.
Hari-Hari Pertama Setelah Operasi
Minumlah seluruh obat yang diresepkan sesuai jadwal dan dosis yang diberikan. Jangan melewatkan atau mengganti obat tanpa persetujuan dokter.
Selama beberapa hari pertama, pilih makanan yang:
- Bertekstur lembut
- Ringan
- Mudah dicerna
Hindari makanan yang pedas, berminyak, dan digoreng.
Jangan menyentuh atau menekan area operasi dengan tangan.
Istirahatlah dan kurangi aktivitas di luar ruangan selama 2–3 hari pertama.
Mulai hari ke-3, Anda dapat mulai berjalan santai atau melakukan aktivitas ringan jika kondisi tubuh sudah memungkinkan.
Olahraga berat dan aktivitas fisik yang intens sebaiknya ditunda selama 1 bulan, atau hingga dokter bedah menyatakan bahwa kondisi Anda sudah aman.
Miin Mendampingi Anda di Setiap Langkah Pengalaman Anda

Koordinator Miin akan mendampingi Anda saat pemeriksaan kesehatan sebelum operasi, pada hari operasi, hingga seluruh jadwal kontrol pascaoperasi.
Apabila terjadi perubahan kondisi kesehatan sebelum keberangkatan; seperti muncul gejala baru, pertanyaan mengenai obat yang sedang dikonsumsi, atau perubahan jadwal. Anda dapat langsung menghubungi tim Miin.
Kami akan berkoordinasi langsung dengan rumah sakit agar seluruh informasi penting tersampaikan dengan baik dan tidak ada hal yang terlewat.
Persiapan sebelum operasi sama pentingnya dengan prosedur operasinya sendiri. Membantu Anda mempersiapkan semuanya dengan baik merupakan bagian dari komitmen Miin.
Hubungi Miin untuk mulai merencanakan perjalanan operasi Anda ke Korea